RSS

IDEOLOGI

18 May

Ideologi merupakan kumpulan gagasan yang secara logis berkaitan (idealogic), dan mengidentifikasi prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang memberi keabsahan bagi institusi politik dan prilaku. Ideologi dapat digunakan untuk membenarkan status quo atau membenarkan usaha mengubahnya dengan atau tanpa kekerasan.

Dengan memberikan dasar etika pada pelaksanaan kekuasaan politik, ideologi bisa mempersatukan rakyat suatu negara atau pengikut suatu gerakan yang berusaha mengubah negara. Ideologilah yang memungkinkan komunikasi simbolis antara pemimpin dengan yang dipimpin untuk berjuang demi sebuah prinsip. Ideologi memberikan kepada mereka tentang cara dan keyakinan akan arti eksistensinya dan tujuan tindakannya.

Ada baiknya kita mendapat gambaran pemahaman akan sebuah Ideologi yang dapat dikelompokkan menjadi :

ANARKISME

Anarkisme berasal dari kata Yunani Anarchy yang berarti tidak mempunyai pemerintahan. Pemikiran anarkisme mengandung makna pengerusakan, kekerasan. Pemahaman ini mengartikan kebebasan individu sepenuhnya hanya bisa diwujudkan setelah negara dan instrumennya dihancurkan.

Rosseu berpendapat bahwa hak individu untuk mengatur dirinya sendiri tak dapat dikesampingkan dan tak dapat diwakilkan.

Pembuatan peraturan dan kebijakan adalah hak istimewa setiap individu karena merekalah yang berkepentingan dan memiliki kebutuhan. Dengan kata lain bahwa setiap warga negara adalah pengatur dirinya sendiri. Paham Anarkisme memandang bahwa semua bentuk pemerintahan dan organisasi politik sebagai sesuatu yang paling “tidak dikehendaki” oleh semangat manusia dan kebebasan yang utuh.

Pada perkembangannya Anarkisme mengarah kepada Radikalisme dan Fundamentalis

KOMUNISME

Struktur masyarakat yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip komunis telah lahir 3000 tahun sebelum Liberalisme klasik muncul. Cita-cita sosio ekonomi dan politik penting bagi kebebasan individu, persamaan mutlak sama dengan kebebasan mutlak. Dan menganggap bahwa setiap pemerintahan yang “mengesampingkan” tuntutan cita-cita ini dianggap tidak sah.

Paham komunis membutuhkan bentuk organisasi politik namun keabsahannya ditentukan oleh persetujuan yang diberikan secara bebas dan partisipasi penuh sesama anggota masyarakat. Bagi komunis, kepemilikan pribadi akan membawa ketimpangan sosial, ekonomi dan politik. “Kekayaan, status sosial dan kekuasaan politik harus terbagi rata”. Oleh karena itu prasyarat penting bagi kebebasan individu ialah persamaan ekonomi dengan menghapuskan hak milik pribadi, penguasaan atas alat-alat produksi harus ditangan banyak orang, bukan oleh segelintir orang. Namun bukan berarti semua orang harus mendapatkan yang sama dalam segala hal.

Keunggulan seseorang dalam suatu bidang diimbangi oleh kekurangannya di bidabng kegiatan lain oleh karenanya harus dikuti kondisi ekonomi yang sama bagi semua orang.

Vladimir Ilyich Lenin (1870-1924) dibawah partai revolusi sosialis pecahan dari Partai Buruh Sosial Demokrat , Bolshevik (fraksi mayoritas yang menginginkan revolusi sosial dengan segera) dengan semangat revolusioner mampu memobilisasi para intelektual yang mengabdi pada kepentingan kelas pekerja berhasil melakukan kudeta di Petrograd 1917, dengan melanjutkan untuk membangun tatanan sosialis di Uni Soviet. Namun dalam masyarakat yang secara ekonomi ketika itu belum berkembang dan umumnya adalah petani, Marxisme yang dibawa oleh pendahulunya Tsar diakhir abad 19 tidak berkembang.

Trotsky (1879-1940) berpendirian bahwa sosialisme di Rusia tidaklah terwujud selama ia tidak didukung oleh revolusi kelas. Bersama Lenin merupakan pemimpin utama dalam membawa revolusi Bolsheviks (komunisme) di Uni Soviet namun apada akhirnya Trotsky berseberangan dengan Lenin atas Kebijakansanaan Ekonomi Baru kapitalis semunya Lenin karena diangap gagal mengolektifkan petani dan menganjurkan semangat borjuis diantara pengusaha kecil di Rusia.

Joseph Stalin (1879-1953) melanjutkan kebijakan Lenin. Di tangan Stalin kepentingan Uni Soviet menjadi antitesis dari Marxisme.

SOSIALISME

Paham Sosialisme sering diperlawankan dengan Liberalisme dan Konservatisme. Menurut Plato dalam mendifinisikan sosialisme mengenai hak dan kewajiban, bahwa setiap badan politik bisa mempunyai arti dan fungsi hanya bila berasosiasi dengan seluruh anggota lainnya dan sebagai akibatnya masing-masing anggota berada dibawah kesejahteraan semua orang. Dan paham komunisme sudah pasti sosialis.

Paham sosialis berpandangan bahwa pemerintah merupakan sarana penting untuk melangsungkan persamaan kesempatan bagi semua orang/pemerintah bukanlah suatu perintang. Hak kepemilikan pribadi tidak berada diatas hak pengembangan kemampuan individu. Dalam organisasi politik sosialisme dapat bersanding dengan “otoriterian” maupun “demokratis”.

Sifat dasar manusia sebagai mahluk sosial tak lepas dari berinteraksi dalam hidup bermasyarakat maka sosialisme menempatkan kesejahteraan individu dibawah kesejahteraan seluruh masyarakat. “Sosialisme otoriter” diwakili oleh Uni Soviet. Dan “sosialisme demokratis” diwakili oleh Inggris, Amerika, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia, Swedia, Denmark.

Negara yang menerapkan sosialisme demokratis, mempraktekkan sikap moderat, tawar-menawar politik, serta kompromi-kompromi politik. Di Amerika era Theodore Roosevelt dan Woodrow Wilson banyak peraturan baru dan undang-undang sosial diberlakukan dengan tema pokoknya adalah mencabut monopoli, mengatur dan melarang praktek-praktek usaha yang anti sosial, mengekang hak-hak istimewa dan kepentingan-kepentingan khusus, membantu petani dan buruh, dan menjadikan Amerika benar-benar negara yang kompetitif tetapi sama dalam kesempatan ekonomi.

Karl Marx (1818-1883) merupakan salah satu pemikir modern abad 19. Berpendidikan di Jerman saat didominasi filsafat Hegel dan melewati sebagian besar hidupnmya di Inggris. Banyak tulisan-tulisan Marx dan kegiatan organisasi atas nama buruh internasional secara luas didukung oleh Friedrich Engels (1820-1895) seorang industrialis yang berhasil.Saat kekuasan politik terpusat di Gereja, Marx berpikir bahwa agama akan selalu mendukung status quo. Dengan mendorong keimanan yang diharapkan pada masa sesudah kematian bukannya pada waktu saat ini, “agama merupakan instrumen utama bagi dominasi kelas”, dengan demikian agama merupakan racun bagi orang banyak. Marx memasukkan unsur-unsur “Anarkisme” dan “Komunisme” dalam meraih tujuan tercapainya dengan segera “sosialisme demokratis”. Bagi Marx demokrasi dan perikemanusiaan yang mengilhami sosialisme tidak akan bisa tercapai sebelum kapitalisme berkembang sepenuhnya dan semua potensi ekonomi dan akibat sosial kapitalisme terwujud. Dipengaruhi oleh cita-cita dasar liberal tentang kebebasan individu dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri, bahwa pemuasan atas kebutuhan-kebutuhan ekonomi tidak bertentangan dengan kebutuhan-kebutuhan manusia. Pemahaman atas kebutuhan manusia dan struktur masyarakat harus dipahami bahwa manusia adalah sebagai mahluk ekonomi tidak saja menunjuk pada produksi, distribusi, barang dan jasa namun menggambarkan keadaan eksistensi manusia sebagai keseluruhan biologis dengan prasyarat dasar yang harus terpenuhi jika kelangsungan hidupnya harus dijamin.

Dalam Communist Manifesto 1848 ditengah suasana revolusi kekerasan melanda eropa, Marx menyatakan bahwa sejarah dari semua masyarakat yang ada hingga sekarang ini adalah “sejarah perjuangan kelas”. Dalam konteks saat itu yang dimaksud adalah bahwa dalam menanggapi tantangan material maupun lingkungan maka manusia haruslah progresif dalam memperbaiki teknologi produksi dan menyesuaikan struktur masyarakat dengan tuntutan teknologi yang berubah. Pembagian pemusatan bidang atau sektor/spesialisasi pekerjaan pada gilirannya melahirkan perbedaan-perbedaan status, kekayaan, penguasaan ekonomi (pemilik alat-alat produksi dengan pekerja) maka tak dapat terhindari konflik antar kelas tersebut dan revolusi pun tak terhindarkan. Hanya dengan “kediktatoran proletar” sajalah demokrasi sejati akan menjadi kenyataan yakni dengan mengambil semua alat produksi dibawah pengawasan negara, menasionalisasi industri, tanah, perusahaan, perhubungan, transportasi dan perdagangan.
Mengenali ciri khusus kehidupan sosial sebagai suatu tesis “feodalisme dan kekangan ekonomi” dihadapkan pada suatu antitesis “kapitalisme dan perdagangan bebas”, dengan kontradiksi yang dihasilkan dari pertarungan tesis dan antitesis menghasilakan sintesis sifat-sifat terbaik dari masing-masing yakni “sosialisme”.

Selanjutnya tantangan pengembangan revolusi sosial yg digagas Marx adalah bagaimana mewujudkannya dalam keadaan suatu masyarakat kapitalis yang belum berkembang dimana kelas utama yang ada adalah para petani dan pemlik tanah, bukannya kaum proletar dan borjuis.

LIBERALISME

Liberalisme merupakan suatu ideologi yang membenarkan penguasaan otoriter terhadap seluruh masyarkat oleh kelas masyarakat kaya. Ideologi Liberalisme muncul saat Revolusi Perancis abad 18 yang merupakan perlawanan atas monarki Perancis. Kaum Borjuis Perancis berusaha untuk mengakhiri penguasaan ekonomi, peran Gereja sebagai pemilik harta kekayaan dan lembaga ekonomi, pengurangan kekuasaan monarki atau menghapus sama sekali, penghapusan hak-hak istimewa dan status sosial dari kaum bangsawan, menghendaki kontrol pada lembaga parlemen, menuntut sistem pedagangan bebas yang berdasarkan kapitalisme.

Libralisme adalah ideologi yang paling dekat dengan “kapitalisme” yang menegaskan kebajikan dan kemampuan individu dalam penguasan ekonomi dan kecerdikan usaha. Liberalisme menekankan kepada adanya kesempatan yang sama bagi individu untuk mengembangkan diri.

Bagi paham liberalisme memandang bahwa masyarakat yang adil bukanlah masyarakat yang mempunyai persamaan tetapi yang benar-benar menghargai perbedaan yang melekat pada masing-masing dan setia warga negara. Kaum Liberal melihat pemerintah akan menghambat kebebasan individu. Liberalisme selanjutnya berkembang menjadi cikal bakal demokrasi dengan prinsip kebebasan, persamaan dan persaudaraan.

KONSERVATISME

Konservatif dididinisikan sebagai paham yang ingin melestarikan apa yang ada agar terpelihara status quo dengan sedikit sekali perubahan masa depan. Kaum konservatif enggan memprakarsai perubahan. Konservatif merupakan suatu kerangka pemikiran atau pandangan yang tidak dapat diindentifikasi oleh waktu dan tempat tertentu. Artinya bisa jadi sebuah keputusan dalam waktu tertentu dianggap revolusioner ternyata dapat dilihat sebagai sebuah hal yang konservatif dilain waktu. Di Inggris direpresentasikan oleh partai Konservatif, di Amerika direpresentasikan oleh partai Republik

FASISME

Paham Fasisme lebih terdorong oleh ultranasionalis, militansi dimana ideologi dipusatkan pada bangsa bukan individu dan keunggulan negara atas warga negaranya. Ideologi fasis minim dalam hubungan rasional dan konsistensi logis. Kesetiaan warga negara kepada bangsa sebagai ras yang luhur menjadi doktrin.

Fasisme diawali pasca perang dunia pertama pada tahun 1922 Mussolini yang ditunjuk sebagai perdana menteri ingin mengembalikan kejayaan Romawi dengan mengubah republik Italia menjadi diktator yang diudukung partai Fasis (ekstrimis) dengan memobilisasi para pengangguran pasca perang, kemudian diikuti oleh Jerman dengan Hitler dan Nazi nya, Nationali Socialist German Workers (NSDAP) yang mengawali kudetanya pada tahun 1923 dan berhasil merebut kekuasaan sebagai Konselir Jerman pada tahun 1933.

Ideologi fasis pada perkembangannya melahirkan diktator dengan kecenderungan memberangus lawan-lawan politik, menghapus hak dan kemerdekaan warga sipil, membungkam pers dan media komunikasi dan memenjarakan orang-orang yang dianggap musuh-musuh negara. Selanjutnya Hitler telah membuka pintu masuk Komunisme di Jerman dan Eropa Timur.

Mao Zedong merebut kepemimpinan Partai Komunis Cina di tahun 1927 dengan membangun kekuatan tentara petani dan berkonfrontasi dengan tentara Nasionalis China. Dengan kekalahan dipihak nasionalis tahun 1949 maka Mao Zedong selanjutnya diposisikan sebagai peletak landasan utama bagi kekuasaan komunis di China yang selanjutnya memberikan pengaruh atas negara-negara di Asia Tenggara.

Fidel Castro pada tahun 1953 melakukan tindakan revolusioner terhadap rezim Batista yang otoriter dan korup berhasil menumbangkan Batista di tahun 1959. Setelah meraih kekuasaan Castro mengesekusi lawan-lawan politiknya yang mendukung rezim Batista dan menasionalisasi industri dan bisnis milik domistik dan asing yang selanjutnya membuka pintu masuk komunisme ke Amerika Latin atas dukungan Uni Soviet.

IDEOLOGI AGAMA

Zionis merupakan percampuran antara konsep kesucian agama dan kebangsaan. Gerakan kebangsaan (Zionisme) adalah gerakan agamis yang menampung pemikiran bangsa Yahudi yang berkeyakinan sebagai bangsa yang suci. Yahudi adalah korban fasisme Nazi Jerman dibawah Hitler. Di tahun 1948 Zionisme muncul sebagai sebuah gerakan kesadaran Yahudi diseluruh dunia untuk “merebut” tanah Palestina dengan Yerusalem mereka yakini sebagai kota sucinya.

Ideologi Islam mulai hidup sejak pemerintahan Islam di Madinah oleh Rasulullah Muhammad SAW tahun 622. Sistem politik ini berdasar pada akidah agama Islam dengan mengatur tatanan kehidupan masyarakat menurut Syariat Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Al Hadist. Penyebaran ideologinya melalui Dakwah dan Jihad

IDEOLOGI PANCASILA

Ideologi Pancasila bersumber pada cara pandang integralistik Indonesia yang mengutamankan gagasan negara yang bersifat “persatuan dalam kemajemukan”. Penolakan atas ideologi yang tumbuh berdasarkan cara pandang individualistik yang bebas pada gilirannya akan melahirkan golongan yang kuat akan menindas yang lemah. Indonesia juga menolak negara didasarkan atas pertentangan kelas atau golongan/suku/agama/ras sehingga negara akan menjadi alat golongan yang mayoritas untuk menindas minoritas. Dengan demikian Ideologi pancasila diharapkan menumbuhkan dimensi ideal, sesuatu yang dicita-citakan dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Ideologi Pancasila mengandung pengertian sebagai negara persatuan yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Oleh karenanya dalam gerak langkah kehidupan berbangsa dan bernegara harus dengan cara pandang “Wawasan Nusantara”.

Pancasila sebagai ideologi negara mertupakan kewajiban konstitusional harus dipandang pula sebagai ajaran luhur semua agama karena Pancasila sudah mengandung nilai-nilai agama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa yang telah tumbuh dari kehidupan religius bangsa Indonesia jauh sebelum Kebangkitan Nasional dan ikrar Sumpah Pemuda.

Pancasila merupakan bentuk pengamalan ajaran agama dalam kehidupan bernegara. Dengan mengamalkan “nilai universal agama” dalam kehidupan bernegara sama halnya telah mengamalkan Pancasila. Pancasila bukanlah sinkretisasi ajaran agama-agama namun bukan pula produk pemikiran sekuler karena digagas oleh pendiri bangsa untuk tujuan kesejahteraan (welfare state).

Pancasila yang telah berhasil dirumuskan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan hasil penggalian nilai-nilai luhur bangsa Indonesia oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945. Powered by sevana saguna sakti®

 
Leave a comment

Posted by on May 18, 2011 in Nasionalis

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: