RSS

MENGAPA NASIONALIS PERJUANGAN?

08 May

Perjuangan tak mengenal kata berhenti!

Pada dasarnya manusia memiliki hak mendasar untuk hidup, bertahan dan bertumbuh dalam keadaan apapun hingga pada suatu ketika memperoleh pencapaian-pencapaian dari mimpi-mimpi untuk merdeka dan berdaulat. Begitu pula sebagai manusia sosial yang selalu saling ketergantungan dengan manusia lainnya dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara maka kemerdekaanpun menjadi kebutuhan mutlak namun tidak boleh mengorbankan hak merdeka yang dimiliki oleh orang/kelompok/bangsa lain.

Setelah keruntuhan Sriwijaya dan Majapahit, praktis Nusantara tak lagi dalam kesatuan bangsa bahkan tercerai berai menjadi kerajaan-kerajaan kecil dengan wilayah kedaulatan yang sangat terbatas dan pada akhirnya memudahkan imperialisme dan kolonialisme menguasai Nusantara. Dalam perjalannannya perjuangan dan perlawanan atas penindasan terjadi secara sporadis hingga memunculkan kelompok nasionalis sebagai tonggak

Kebangkitan Nasional Budi Utomo 1908 dan melalui proses panjang perjuangan akhirnya mengikrarkan semangat kebangsaan dalam Sumpah Pemuda 1928 yakni Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa, Indonesia! Tak satupun menyebutkan kebangsaan Indonesia itu dalam primordialisme!

Ketika kita menyadari telah dipersatukan oleh keIndonesiaan kita maka kita dituntut wajib menjaga empat pilar pemersatu bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarah pejuangan bangsanya. Bahwa kemerdekaan Indonesaia kita capai bukanlah hadiah dari kolonial melainkan proses perjuangan yang mengorbankan jiwa dan raga dengan semangat nasionalisme serta berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

Apa yang didifinisikan oleh Bung Kano sebagai ancaman terbesar dalam abad ini yg disebut Neokolonialisme dan Neolibralisme gejalanya tanpa kita sadari telah mulai nampak. Neokolonialisme dan Neolibralisme tak semata hanya dilihat dari penguasaan dengan kekuatan senjata atau ekspansi kekuatan militer namun gejala tersebut dalam berbagai bentuk metamorfosenya telah melakukan infiltrasi melalui libralisasi ekonomi, libralisasi pendidikan, doktrinisasi budaya.

Disadari ataupun tidak bangsa kita saat ini telah mengalami keterpurukan dalam National and Character Building. Seolah kehilangan jatidiri sebagai masyarakat religius, semangat gotong royong yang semakin memudar serta lunturnya nasionalisme.

Tengoklah kasus-kasus kekerasan dalam dua belas tahun terakhir baik kekerasan atas nama agama maupun kekerasan politik. Reformasi yang digulirkan tahun 1998 dengan jargon demokratisasi telah mengubah prilaku sosial masyarakat dalam memaknai kebebasan tersebut.

Disatu pihak patut kita bersyukur era demokratisasi telah memberi ruang pilihan rasional bagi rakyat dalam menyampaikan saluran aspirasinya. Namun dipihak lain pemaknaan yang berlebihan atas euforia demokrasi telah mengarahkan orang kepada “libralisasi” pemahaman akan kebebasan sehingga ada kecenderungan melanggar hak-hak dasar orang lain, pemaksaan kehendak, memanipulasi aspirasi masyarakat serta menghalalkan segala cara dalam membangun politik pencitraan.

Melihat fenomena yang terjadi yang berpotensi mengancam persatuan dan integrasi bangsa maka sebagai warga bangsa, NASIONALIS PERJUANGAN terpanggil untuk secara terus menerus berjuang untuk menuju Indonesia yang lebih baik dan bermartabat, berdaulat secara politik, berdaulat secara ekonomi dan berkepribadian dalam budaya Indonesia yang kaya dengan kearifan lokal.

NASIONALIS PERJUANGAN menyadari bahwa tantangan terbesar yang dihadapi bangsa ini adalah mengembalikan spirit perjuangan dalam membentengi diri segenap tumpah darah Indonesia dari anasir-anasir serta konspirasi global atas penguasaan potensi sumber daya yang kita miliki maka penguatan kebangsaan dan pembangunan karakter bangsa adalah menjadi mutlak. Jargon demokratisasi harus kita waspadai dari agenda terselubung kekuatan global melalui penumpang gelap yang tak tertutup kemungkinan menghianati cita-cita para pendiri bangsa. Jalan demokrasi yang telah kita pilih harus tetap dikawal dengan baik karena demokrasi hanyalah sebuah proses, bukan hasil akhir.

Penguatan rasa kebangsaan dan karakter bangsa harus bermuara pada lahirnya insan-insan nasionalis sebagai agen perubahan, harus menjadi garda terdepan dalam memberikan sumbangan penting dalam proses bernegara, turut berkontribusi mengedukasi masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun supremasi sipil, mendorong tegaknya supremasi hukum, berperan aktif dalam menciptakan stabilitas politik untuk iklim usaha yang kondusif, mengembangkan dan memperkuat toleransi atas kemajemukan dalam konteks kebangsaan (Nasionalisme) sebagai amanat mukadimah UUD 1945 menuju masyarakat yang beradab, adil dan makmur.

Pancasila sebagai ideologi sekaligus pandangan hidup negara merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam masyarakat pluralis “Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa” bahwa berbeda itu adalah fitrah, adalah anugerah, tidak ada kebenaran yang kedua, kecuali Brahman, Allah yang Esa.Sebagai komponen masyarakat bangsa harus berperan aktif dalam menciptakan keadilan sosial bagi masyarakat, kesejahteraan bersama (Lokasamgraha), agar semua mahluk berbahagia tanpa kekerasan (Sarvo Prani Hitangkara)Kesejahteraan bersama akan terwujud melalui sebuah proses kesadaran sosial, ketundukan hati mengalahkan ego yang memandang bahwa semua manusia pada hakekatnya adalah bersaudara “Vasudewa Kotumbakam”

Reformasi yang diharapkan menuju kehidupan bangsa yang lebih baik dengan dibukanya era demokratisasi seluas-luasnya haruslah tetap dapat mengemban amanat para pendiri bangsa/founding father, cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945 maka oleh karenanya pendidikan budi pekerti dan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi dalam hikmat kebijaksanaandan Keadilan Sosial sebagai saripatinyaPancasila adalah relevan untuk terus semai dan digelorakan demi menjamin keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai bersama.

Powered by sevana saguna sakti®

 
1 Comment

Posted by on May 8, 2011 in Nasionalis

 

One response to “MENGAPA NASIONALIS PERJUANGAN?

  1. Ayu Sumedani

    June 2, 2011 at 1:07 pm

    memang kita masih memerlukan bangsa lain untuk perkembangan bangsa ini tapi kita semua harus selalu ingat asal usul kita atau sejarah bangsa indonesia agar tidak terjadi penjajahan ke sekian kalinya

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: